Desa Pinge Resmi Jadi Pusat Rekreasi Wisata Berbasis Energi Terbarukan

Desa Wisata Pinge yang terletak di Desa Dinas Baru, Kecamatan Marga Kabupaten Tabanan, kini memiliki Pusat Rekreasi Wisata Berbasis Energi Terbarukan. Pusat rekreasi itu bernama “Laduma” yang menawarkan edukasi listrik tenaga surya dan mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar. Peresmian pusat rekreasi itu dilakukan oleh Direktur Politeknik Negeri Bali (PNB) I Nyoman Abdi, SE., M.eCom didampingi Managing Director Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), I Gusti Ngurah Ardita, Konseptor Prof, I Putu Astawa, perwakilan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan, Jero Bendesa Adat Pinge Jadrayasa dengan pemukulan kulkul, Minggu (23/5).

Suasana peresmian Pusat Rekreasi Wisata Berbasis Energi Terbarukan itu berlangsung akrab. Dengan menerapkan prorokol kesehatan, para tamu yang sudah memakai masker duduk di jineng dan wantilan bernuansa tradisional Bali dengan mengatur jarak. Setelah beberapa sambutan, para peserta dan undangan kemudian menyaksikan demi pengelolaan listrik tenaga surya yang akan dijadikan sebagai tempat edukasi serta pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar. Energi terbarukan itu didemonstrasikan oleh Gusti Bagus Ngurah Muryayasha dari Yayasan Bio Solar Farms dan Alex dari Get Plastik yang berpusat di Mambal Badung.

Nyoman Abdi mengatakan, PNB sebagai lembaga pendidikan vokasi yang mempunyai rencana induk penelitian pada pusat unggulan teknologi tourism, maka semuanya bergerak pada pusat unggulan itu, seperti riset, pengabdian masyarakat dan pengajaran bergerak kesana. Maka, segala upaya dikerahkan ke Desa Wisata Pinge ini, karena PNB memiliki 6 jurusan, seperti pariwisata, administrasi niaga, akuntansi, yang disuport oleh jurusan teknik sipil, elektro dan mesin. Hal itu penting, sehingga nantinya konsep dan program pariwisatanya bisa disuport dengan kuat oleh teknologinya, yaitu teknologi tepat guna yang berbasis green.

PNB tetap mensuport technology berbasis green, sehingga wisata yang benar dikembangkan adalah wisata green. Termasuk, pengelola desa wisata ini harus memiliki etika yang green (green etik). “Kalau pengelola tidak memiliki green etik, maka dia tidak akan kuat bertahan. Karena wisatawan itu membutuhkan pelayanan yang benar-benar prima dan berkualitas tinggi. Sentuhan personal akan sangat mengesankan, dan green etik ini menjadi tanggung jawab PNB. Kami akan bina untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM), membina teknologinya karena kami mempunyai alat dan punya SDM, sehingga turun kesini bukan hanya satu aspek, tetapi menyeluruh,” ungkapnya.

Semangat masyarakat yang luar biasa yang memiliki semangat bergerak maju menjadi modal utama. Apalagi ditambah dengan semangat dari ITDC maka itu modal yang luar biasa. Pasarnya nanti, bisa berbentuk edu tourism terhadap mahasiswa PNB dan perguruan tinggi lainnya atau para wisatawan yang memiliki passion berwisata berbasis tourism. “Banyak yang akan mengembangkan wisata green. Ini merupakan pasar potensial, karena ini attachment menggambungkan energi baru terbarukan. Green tourism itu menjadi trend pariwisata ke depan, karena sekarang konsen membuat dunia ini bersih bebas polusi. Bali bersih ini digauangkan dari desa-desa,” ucapnya.

Gusti Ngurah Ardita mengatakan, ini salah satu bentuk aktivitas baru di kawaswan Desa Wisata Pinge dengan konsep-konsep yang sudah dipersiapkan untuk penggunaan energi baru yang terbarukan. Hal ini sebagai objek wisata tambahan dari Desa Pinge. ITDC selama ini hampir 5 tahun lebih sudah melakukan kerjasama dan sebagai pembina, kegiatan pembangunan konsep dari pada Desa Wisata Pinge. “Artinya selama ada bagian-bagian yang sudah kita lakukan dalam bentuk infrastruktur, kemudian tata kelola dan juga manajeman. Kami juga melakukan pelatihan-pelatihan generasi muda yang ada di area Desa Pinge, sebagai upaya untuk menyiapkan isi, sehingga tata kelola Desa Wisata Pinge menjadi lebih baik kedepannya,” harapnya.

Jero Bendesa Jadrayasa mengatakan, Laduma sebagai pusat rekreasi dijadikan sebagai pusat-pusat penelitan tempat belajar merdeka, yang nantinya bergerak pelan tetapi terus bergerak. Pihaknya akan mewujudkan dengan dukungan dari PNB, ITDC dan utamanya warga masyarakat dan pengayah pengelola, untuk tetap berbenah diri. Kedepan Laduma ini akan dijadikan tempat wisata belajar dan penelitian. Masyarakat sudah berkomitmen untuk mendukungnya. “PNB akan memperkenalkan Wisata Desa Pinge yang sudah menyiapkan wisata edukasi energi terbarukan. Kami juga akan tetap membangun komunikasi lagi dengan travel agent yang sempat mengajak tamunya ke desa kami,” harap Jadrayasa. (BTN/bud) (artikel ini tayang di Bali Travel News https://bali-travelnews.com/desa-pinge-resmi-jadi-pusat-rekreasi-wisata-berbasis-energi-terbarukan/)

About the Author

Leave a Reply

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

id Bahasa Indonesia
X