Sebanyak 36 mahasiswa baru Matrappar (Magister Terapan Perencanaan Pariwisata) Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Bali menjalani Matrikulasi dan Kuliah Umum 2021 yang berlangsung full online tanggal 02 hingga 07 September mulai pukul 17.00 hingga 21.00 Wita.

Matrikulasi melalui Zoom ini dibuka oleh Direktur Politeknik Negeri Bali I Nyoman Abdi SE, MeCom yang tampak baru saja mengikuti acara penting lainnya di PNB. Dalam sambutannya Nyoman Abdi menekankan perlunya semua potensi SDM PNB bergerak maju bersama, sehingga dengan demikian PNB menjadi kekuatan yang andal untuk benar-benar menjadi terdepan, profesional, dan berdaya saing internasional. Direktur yang tahun ini berhasil membawa PNB ber-BLU dan lembaganya mencapai 10 besar politeknik di Indonesia ini merasa bangga bahwa sejak Gen-1 para mahasiswa Matrappar sebagiannya adalah GM-GM industri pariwisata.

Ketua Jurusan Pariwisata Prof Ni Made Ernawati MATM, Ph.D Dalam pidato sambutan selamat datangnya menyambut baik hadirnya anggota baru Matrappers. Apalagi mereka datang dari berbagai wilayah di Nusantara, dari Sabang sampai Merauke. Menurut guru besar lulusan magister di Inggris dan doktor di Australia ini, matrikulasi tidak lain adalah proses penyamaan persepsi ilmu terapan kepariwisataan level magister (KKNI jenjang 8) yang multi-, inter-, dan transdisipliner di antara mahasiswa. Fakta membuktikan, para mahasiswa Matrappar sejak dulu datang dari berbagai ragam latar pendidikan sebelumnya.

Matrikulasi diberikan oleh para dosen Matrappar di mana dua di antaranya sudah menjadi guru besar (profesor). Studium generale diberikan secara teoretis-keilmuan oleh Prof Dr Nengah Dasi Astawa SE, MSi, Ketua LLDikti Wilayah 8 Bali-NTB dengan materi “Tourismpreneurship, managementship, leadership” sementara secara praktikal-implementatif oleh Ratu Agung Bagus Ngurah Putra SST.Par, CHA, CHE, GM Wyndham Garden bertajuk “Strategi bisnis hotel menyiasati ketakpastian masa depan: perencanaan, implementasi, dan hasilnya”.

Para mahasiswa Matrappar yang populer disebut Matrappers tahun ini berasal dari semua pulau-pulau besar di Indonesia, dari ujung barat (Sumatera) sampai ujung timur (Papua). Seorang di antaranya adalah lulusan S-1 di Australia. Seluruh mahasiswa angkatan tahun akademik 2021/2022 ini selanjutnya disebut Matrappers Gen3. Mereka adalah generasi ketiga Matrappar.

Sampai saat ini Matrappar sudah meluluskan 23 orang. Semuanya dari Matrappers Gen1 (Angkatan 2019 sebagai generasi pertama). Di luar yang sudah lulus, ada lima mahasiswa yang masih harus melanjutkan program double-degree-nya di Angers University di Perancis. Sementara Matrappers Gen2 di mana tiga di antaranya segera mengikuti double-degree di Perancis saat ini, sambil kuliah, sedang sibuk mempersiapkan pembuatan applied research atau pembuatan projek bisnis untuk kelulusannya tahun depan. [mud]

Bertepatan diadakannya Open House Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Bali (PNB) 2021, kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) jurusan ini secara formal telah divalidasi oleh wakil masing-masing stakeholder yaitu pemerintah, asosiasi kepariwisataan, industri pariwisata, dan akademisi, di Gedung Widya Padma PNB Senin pagi, 30 Agustus 2021. Penanda tangan kurikulum di antaranya terdiri atas I Putu Astawa (pemerintah, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali); Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (asosiasi pariwisata, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Bali); Dewa Gede Putra Yadnya (industri pariwisata, Direktur Learning and Development The St Regis Bali Resort); dan I Nyoman Abdi (akademisi, Direktur Politeknik Negeri Bali). Acara Open House dan Validasi Kurikulum dengan protokol kesehatan sangat ketat ini dihadiri Direktur Politeknik Negeri Bali beserta jajarannya, Ketua Jurusan Pariwisata dan semua Koordinator Program Studi, serta wakil dari masing-masing stakeholder serta wakil mahasiswa dan beberapa undangan lainnya.

Dengan tervalidasinya kurikulum MBKM, ini berarti Jurusan Pariwisata terhitung sejak tahun akademik 2021/2022 yang dimulai pertengahan September ini resmi menjalankan kurikulum hasil kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Tentu saja kurikulum ini tidak disusun begitu saja tetapi melalui riset-riset mendalam serta review pengalaman panjang Jurusan Pariwisata dan Politeknik Negeri Bali dalam bekerja sama dengan industri pariwisata bahkan sejak awal berdirinya lembaga ini yaitu 1987.

Menurut Direktur Politeknik Negeri Bali, I Nyoman Abdi SE, MeCom, sebenarnya konsep kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka sudah sejak awal dilakukan di semua jurusan dan program studi di PNB karena PNB sebagai bagian dari pendidikan vokasi menganut paradigma terapan (applied) dengan sistem problem-based learning-nya. Buktinya mahasiswa memiliki kesempatan magang secara intens di industri-industri terkait. “Sudah menjadi tradisi pendidikan vokasi bahwa apa yang dibahas di kampus adalah apa yang benar-benar terjadi dan menjadi permasalahan di industri-industri terkait. Dari situ terjadi super-link dan super-match antara PNB dan industri-industri terkait” tandas direktur yang berhasil membawa kampusnya ber-BLU (badan layanan umum) dan menjadi 10 besar politeknik terbaik di Indonesia 2021.Didamping Ketua Jurusan Pariwisata Prof. Ni Made Ernawati, MATM, Ph.D dan ketua kurikulum Matrappar Prof Dr I Putu Astawa SE, MM, dan para wakil asosiasi dan industri pariwisata, Direktur Politeknik Negeri Bali I Nyoman Abdi SE, MeCom membubuhkan tanda tangan validasi kurikulum jurusan ini di Gedung Widya Padma PNB, Senin 30 Agustus 2021.

Dari kiri ke kanan: Ketua kurikulum MBKM Matrappar Prof Dr I Putu Astawa SE, MM; Direktur Politeknik Negeri Bali I Nyoman Abdi SE, MeCom; Ketua Jurusan Pariwisata Prof. Ni Made Ernawati, MATM, Ph.D dan para wakil asosiasi dan industri pariwisata, sesaat setelah membubuhkan tanda tangan validasi kurikulum jurusan ini di Gedung Widya Padma PNB, Senin 30 Agustus 2021.

Ketua Jurusan Pariwisata Prof Ni Made Ernawati MATM, PhD menyatakan, dengan kurikulum MBKM, pihaknya akan semakin intens berhubungan dengan industri karena kurikulum ini memberikan ruang yang semakin besar bagi pengembangan kemampuan mahasiswa juga bagi pengembangan profesionalisme kelembagaan jurusan dan PNB. Tentu kampus dan stakeholder industri pariwisata saling membutuhkan dan saling memberikan keuntungan. Menurut guru besar lulusan S2 di Inggris dan S3 di Australia ini, tervalidasinya kurikulum jurusan menunjukkan adanya kerja sama yang penuh tanggung jawab antara kampus dan stakeholder. “MBKM memberikan peluang sekaligus tantangan bagi mahasiswa untuk melakukan karya nyata atau menghasilkan produk-produk bisnis real, sehingga ketika tamat mahasiswa tidak sulit mencari pekerjaan dan bahkan sejak magang bisa langsung membuat bisnisnya sendiri, seperti start-up atau bisnis jenis lain terkait digitalisasi”.

Sampai saat ini, dengan jumlah mahasiswa sekira 1.570, Jurusan Pariwisata memiliki empat program studi, yaitu Usaha Perjalanan Wisata (UPW); Perhotelan, Manajemen Bisnis Pariwisata (MBP); dan Magister Terapan Perencanaan Pariwisata (Matrappar). Kecuali Matrappar yang memeroleh B karena baru berdiri sejak 2019 dan baru menghasilkan lulusan, semua program studi terakreditasi A oleh BAN-PT. Bahkan Oktober tahun ini, semua program studi dijadwalkan mendapat visitasi dari satu badan akreditasi internasional kenamaan yang berpusat di salah satu negara Eropa barat.

Pencapaian Jurusan Pariwisata sebenarnya tidak terlalu mengejutkan karena sejak berdiri kurikulumnya dibuat sangat update, sesuai dengan dinamika industri, dan “goes international”. Beberapa dosennya saat ini sudah guru besar (profesor). Bahkan jurusan ini memiliki tiga jurnal  yang sangat berkualitas yakni (1) International Journal of Applied Sciences in Tourism and Events (http://dx.doi.org/10.31940/ijaste,  Terakreditasi Sinta 3, sedang menuju Sinta 2); (2) Journal of Applied Sciences in Travel and Hospitality (http://dx.doi.org/10.31940/jasth,  Terakreditasi Sinta 5, sedang menuju Sinta 3); dan (3) International Journal of Green Tourism Research and Applications (http://dx.doi.org/10.31940/ijogtra, menunggu pengumuman Akreditasi Sinta).

Program Studi Usaha Perjalanan Wisata Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Bali (PNB) menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat terkait peningkatan kompetensi kelompok sadar wisata (pokdarwis) melalui pelatihan kepemanduan wisata dan pengelolaan homestay dalam pengembangan Desa Wisata Cau Belayu, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Desa Wisata Cau Belayu merupakan salah satu desa binaan Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Bali memlaui MoU (nota kesepahaman) dengan desa wisata setempat.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Wisata Cau Belayu dilaksanakan Sabtu, 05 Juni lalu yang dihadiri oleh Ketua Jurusan Pariwisata PNB Prof. Ni Made Ernawati, MATM., Ph.D; Ketua Unit Pengabdian kepada Masyarakat PNB, Putu Adi Suprapto, S.H., LL.M; Ketua dan para dosen Prodi Usaha Perjalanan Wisata PNB; Perbekel Desa Cau Belayu, I Putu Eka Jayantara; segenap anggota Pokdarwis Desa Wisata Cau Belayu, dan anggota STT (Seka Truna -Truni) dari 4 Banjar Dinas di Desa Cau Belayu.

Yang menarik dari pengabdian kepada masyarakat kali ini adalah sifat futuristiknya. Secara sengaja panitia pengabdian mengkonstruksi kegiatan ini sedemikian rupa dengan menyasar kaum milenial masyarakat Cau Belayu. Para peserta pengabdian asal desa ini berasal dari generasi-generasi yang berusia sangat muda dan fresh. Pertimbangannya adalah, beberapa tahun ke depan mereka akan berusia matang dan sudah bisa mewujud-nyatakan aktivitas bisnis desa wisatanya dalam pengertian yang sebenarnya melalui pelayanan kepada wisatawan dan pengelolaan homestay-homestay dan fasilitas-fasilitas kepariwisataan lainnya yang ada. 

Ketua Jurusan Pariwisata Ni Made Ernawati dalam sambutannya menekankan bahwa Desa Wisata memerlukan keberlanjutan yang terus-menerus dan dukungan dari semua pihak. Menurutnya, potensi-potensi yang ada di Desa Wisata Cau Belayu merupakan modal awal dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat yang mengedepankan prinsip green tourism yang ramah alam, lingkungan, dan sosial budaya setempat.

Ketua Unit Pengabdian PNB Putu Adi Suprapto menambahkan, Politeknik Negeri Bali tetap berkomitmen dalam pengembangan Desa Wisata Cau Belayu. Dengan penyelenggaraan pengabdian ini, diharapkan terdapat peningkatan kompetensi kelompok sadar wisata (pokdarwis) dalam pelaksanaan tour guiding dan pengelolaan homestay. Di tengah pandemi Covid-19 yang belum tuntas benar, Desa Wisata Cau Belayu diingatkan bersiap untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang tentunya sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku. Ditambahkannya, “Untuk ke depannya, Politeknik Negeri Bali siap memfasilitasi kegiatan-kegiatan lain yang dapat dilaksanakan di desa wisata ini

Perbekel Desa Cau Belayu I Putu Eka Jayantara menyampaikan rasa terima kasihnya terhadap pembinaan Desa Wisata di Desa Cau Belayu, khususnya terhadap anak-anak muda di desanya, dan berharap kegiatan ini dapat berlanjut untuk meningkatkan kompetensi generasi milineal dan Pokdarwis Desa Wisata Cau Belayu dalam mengelola desa wisatanya. “Kami dari Desa Wisata Cau Belayu juga siap sebagai mitra Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Bai dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan menerima pemagangan atau Praktik Kerja Lapangan untuk mahasiswa”, lanjutnya.

Sebagai salah satu bentuk tridarma perguruan tinggi, pengabdian kepada masyarakat wajib dilakukan perguruan tinggi. Terkait hal ini, Program Studi RPL (Rencana Pembelajaran Lampau) Manajemen Bisnis Pariwisata Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Bali mengadakan pengabdian kepada masyarakat (PKM) sebagai aksi dan tindak lanjut dari dua bentuk tridarma perguruan tinggi lainnya yaitu pendidikan/pengajaran/pembelajaran dan penelitian ilmiah terapan. Pengabdian dilakukan di Desa Wisata Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Jumat, 28 Mei 2021 sejak pagi hingga sore.

Nilai plus dari pengabdian kali ini adalah terlibatnya kalangan industri perhotelan yang secara saling-mengisi dengan 30-an mahasiswa Program Studi RPL (Rencana Pembelajaran Lampau) Manajemen Bisnis Pariwisata mengadakan workshop, simulasi operasional hospitalitas, dan pembekalan soft skills untuk SDM yang ada, penyerahan sumbangan pohon manggis dan serta penanaman pohon secara simbolis di lahan pertanian hutan produktif Pohsanten. Hotel-hotel berbintang yang terlibat adalah mitra kerja Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Bali sendiri, yaitu The Apurva Kempinski Bali; Pita Maha Tjampuhan Hotels, Resort and Spa; Ibis Styles hotels, dan The St. Regis Bali Hotels and Resorts.

Ketua Jurusan Pariwisata Prof. Ni Made Ernawati, MATM, Ph.D, menyatakan kegiatan ini merupakan ajang penguatan keterampilan dan profesionalisme desa wisata karena program-progran studi lainnya di Jurusan Pariwisata secara bergantian telah memberikan praktik-praktik pengabdiannya di Pohsanten. Menurutnya, Prodi-prodi lain di jurusannya, yaitu Usaha Perjalanan Wisata, Perhotelan, Manajemen Bisnis Pariwisata (program regular), dan Magister Terapan Perencanaan Pariwisata (Matrappar) sudah lebih dahulu melakukan pengabdian dan berhasil memberikan pembekalan-pembekalan soft skills dan hard skills dari berbagai aspek kedesa-wisataan. Bahkan dari proses pengabdian ini juga telah berhasil diwujudkan satu bangunan fisik berupa mandala pusat kegiatan desa wisata. Dengan itu Ernawati secara jujur menunjukkan apresiasinya terhadap masyarakat desa yang memiliki kesadaran tinggi bagi perlunya meningkatkan kesejahteraan melalui pengembangan pariwisata berbasis potensi yang ada. Diakuinya, “Karena itulah sejak beberapa tahun terakhir, Pohsanten dijadikan semacam living laboratorium bagi Jurusan Pariwisata dalam konteks desa wisata”.

Sementara itu, Dewa Putra Yadnya (The St Regis Bali Resort) wakil dari pihak hotel menyatakan rasa terima kasihnya karena Jurusan Pariwisata menjembatani keberadaan hotel-hotel yang terlibat untuk berinteraksi dengan masyarakat desa. Menurutnya, hal ini merupakan sinergi yang sangat bagus karena industry perhotelan dan perguruan tinggi bisa saling melengkapi dalam hal applied-theoretical dan practical untuk diterapkan secara nyata untuk kepentingan pemberdayaan masyarakat desa. Dikatakannya, melalui kerja sama dengan perguruan tinggi seperti ini, tampak nyata dan tersusun sistematis apa yang menjadi input, proses, output, dan outcome pengabdian yang dilakukan.

Terbukti, salah seorang anggota masyarakat desa yang merupakan bagian dari SDM desa wisata ini menyatakan rasa syukurnya mendapatkan pengabdian dalam satu “paket komplet”. Rupanya, sharing pelaksanaan kegiatan pengabdian seperti ini menambah keyakinan dan kepercayaan diri SDM di desanya dalam menghadapi bisnis wisata khususnya bila pandemic Covid-19 sudah mereda. “Model-model pengabdian seperti ini perlu diteruskan dan dikembangkan karena masyarakat akhirnya bisa memperoleh banyak hal yang bermanfaat”, ujarnya (Mud).

Desa Wisata Pinge yang terletak di Desa Dinas Baru, Kecamatan Marga Kabupaten Tabanan, kini memiliki Pusat Rekreasi Wisata Berbasis Energi Terbarukan. Pusat rekreasi itu bernama “Laduma” yang menawarkan edukasi listrik tenaga surya dan mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar. Peresmian pusat rekreasi itu dilakukan oleh Direktur Politeknik Negeri Bali (PNB) I Nyoman Abdi, SE., M.eCom didampingi Managing Director Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), I Gusti Ngurah Ardita, Konseptor Prof, I Putu Astawa, perwakilan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan, Jero Bendesa Adat Pinge Jadrayasa dengan pemukulan kulkul, Minggu (23/5).

Suasana peresmian Pusat Rekreasi Wisata Berbasis Energi Terbarukan itu berlangsung akrab. Dengan menerapkan prorokol kesehatan, para tamu yang sudah memakai masker duduk di jineng dan wantilan bernuansa tradisional Bali dengan mengatur jarak. Setelah beberapa sambutan, para peserta dan undangan kemudian menyaksikan demi pengelolaan listrik tenaga surya yang akan dijadikan sebagai tempat edukasi serta pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar. Energi terbarukan itu didemonstrasikan oleh Gusti Bagus Ngurah Muryayasha dari Yayasan Bio Solar Farms dan Alex dari Get Plastik yang berpusat di Mambal Badung.

Nyoman Abdi mengatakan, PNB sebagai lembaga pendidikan vokasi yang mempunyai rencana induk penelitian pada pusat unggulan teknologi tourism, maka semuanya bergerak pada pusat unggulan itu, seperti riset, pengabdian masyarakat dan pengajaran bergerak kesana. Maka, segala upaya dikerahkan ke Desa Wisata Pinge ini, karena PNB memiliki 6 jurusan, seperti pariwisata, administrasi niaga, akuntansi, yang disuport oleh jurusan teknik sipil, elektro dan mesin. Hal itu penting, sehingga nantinya konsep dan program pariwisatanya bisa disuport dengan kuat oleh teknologinya, yaitu teknologi tepat guna yang berbasis green.

PNB tetap mensuport technology berbasis green, sehingga wisata yang benar dikembangkan adalah wisata green. Termasuk, pengelola desa wisata ini harus memiliki etika yang green (green etik). “Kalau pengelola tidak memiliki green etik, maka dia tidak akan kuat bertahan. Karena wisatawan itu membutuhkan pelayanan yang benar-benar prima dan berkualitas tinggi. Sentuhan personal akan sangat mengesankan, dan green etik ini menjadi tanggung jawab PNB. Kami akan bina untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM), membina teknologinya karena kami mempunyai alat dan punya SDM, sehingga turun kesini bukan hanya satu aspek, tetapi menyeluruh,” ungkapnya.

Semangat masyarakat yang luar biasa yang memiliki semangat bergerak maju menjadi modal utama. Apalagi ditambah dengan semangat dari ITDC maka itu modal yang luar biasa. Pasarnya nanti, bisa berbentuk edu tourism terhadap mahasiswa PNB dan perguruan tinggi lainnya atau para wisatawan yang memiliki passion berwisata berbasis tourism. “Banyak yang akan mengembangkan wisata green. Ini merupakan pasar potensial, karena ini attachment menggambungkan energi baru terbarukan. Green tourism itu menjadi trend pariwisata ke depan, karena sekarang konsen membuat dunia ini bersih bebas polusi. Bali bersih ini digauangkan dari desa-desa,” ucapnya.

Gusti Ngurah Ardita mengatakan, ini salah satu bentuk aktivitas baru di kawaswan Desa Wisata Pinge dengan konsep-konsep yang sudah dipersiapkan untuk penggunaan energi baru yang terbarukan. Hal ini sebagai objek wisata tambahan dari Desa Pinge. ITDC selama ini hampir 5 tahun lebih sudah melakukan kerjasama dan sebagai pembina, kegiatan pembangunan konsep dari pada Desa Wisata Pinge. “Artinya selama ada bagian-bagian yang sudah kita lakukan dalam bentuk infrastruktur, kemudian tata kelola dan juga manajeman. Kami juga melakukan pelatihan-pelatihan generasi muda yang ada di area Desa Pinge, sebagai upaya untuk menyiapkan isi, sehingga tata kelola Desa Wisata Pinge menjadi lebih baik kedepannya,” harapnya.

Jero Bendesa Jadrayasa mengatakan, Laduma sebagai pusat rekreasi dijadikan sebagai pusat-pusat penelitan tempat belajar merdeka, yang nantinya bergerak pelan tetapi terus bergerak. Pihaknya akan mewujudkan dengan dukungan dari PNB, ITDC dan utamanya warga masyarakat dan pengayah pengelola, untuk tetap berbenah diri. Kedepan Laduma ini akan dijadikan tempat wisata belajar dan penelitian. Masyarakat sudah berkomitmen untuk mendukungnya. “PNB akan memperkenalkan Wisata Desa Pinge yang sudah menyiapkan wisata edukasi energi terbarukan. Kami juga akan tetap membangun komunikasi lagi dengan travel agent yang sempat mengajak tamunya ke desa kami,” harap Jadrayasa. (BTN/bud) (artikel ini tayang di Bali Travel News https://bali-travelnews.com/desa-pinge-resmi-jadi-pusat-rekreasi-wisata-berbasis-energi-terbarukan/)

Kesempatan emas bagi siapa pun lulusan S-1 dan D-4 dari semua bidang ilmu untuk menjadi mahasiswa baru angkatan 2021 MATRAPPAR – Magister Terapan Perencanaan Pariwisata (Master in Tourism Business), Jurusan Pariwisata, Politeknik Negeri Bali, the most promising tourism higher education di Indonesia.

Difasilitasi para doktor profesional dan profesor dosen tetap Prodi MATRAPPAR serta GM-GM industri pariwisata, lulusan “The School of Managers in Tourism” ini dirancang berprofesi: manajer/pemimpin industri pariwisata, pembuat kebijakan dan entrepreneur kepariwisataan, serta akademisi ilmu terapan pariwisata.

Raih gelar magister terapan pariwisata (M.Tr.Par) dalam 4 semester.

Pendaftaran online di www.sion.pnb.ac.id. Website: www.matrappar.pnb.ac.id. Email: [email protected]. WA: +6281239997510.

Segenap sivitas akademika Politeknik Negeri Bali mengucapkan selamat kepada Christy Kamaruddin mahasiswi Jurusan Pariwisata atas terpilihnya sebagai Grand Finalist dalam Pemilihan Duta Mahasiswa Berprestasi Nasional tahun 2020, membawa nama kampus Politeknik Negeri Bali dalam ajang pemilihan Mahasiswa-siswi terbaik tanah air tingkat nasional yang diselenggarakan oleh The Platinum Skills.

Ajang pemilihan Duta Mahasiswa Berprestasi Nasional tahun 2020 ini diikuti oleh putra-putri terbaik Indonesia yang berpartisipasi kurang lebih 5.000 mahasiswa terbaik yang masih aktif di bangku kuliah, dari seluruh penjuru nusantara. Setelah melalui proses seleksi yang panjang mulai dari seleksi administrasi, seleksi prestasi, Introduction dan Soft Skill Digital Campaign, proposal program kerja, sampai interview. Christy dinyatakan lulus menjadi salah satu Grand Finalist PDMBN 2020 sebagai salah satu mahasiswi terbaik yang mewakili provinsi Bali.

Mari bersama kita mendukung Christy Kamaruddin dalam acara Grand Finalist PDMBN 2020 yang akan diselenggarakan di Yogyakarta pada tanggal 29-31 Oktober 2020 dengan memberikan like dan komentar positif pada postingan voting finalist melalui Instagram https://www.instagram.com/p/B9LbA2vFRGm/?igshid=fbnlq81pcrb2

Semoga dengan ini lebih banyak lagi mahasiwa/wi Politeknik Negeri Bali yang terus membawa nama baik kampus baik tingkat nasional maupun internsional untuk terus mencetak mahasiswa/wi lulusan terbaik yang Terdepan, Profesional dan Berdaya Saing Internasional.

33 Mahasiswa PNB Ikuti Kegiatan Table Manner di Hotel NEO+ Kuta Legian

22 Oktober 2020 Kerjasama

33 Mahasiswa PNB Ikuti Kegiatan Table Manner di Hotel NEO+ Kuta Legian

Unik dan beda, kegiatan Table Manner dan Career Path Development Program yang berlangsung di Hotel NEO+ Kuta Legian, Bali pada akhir pekan lalu. Sebanyak 33 orang mahasiswa Diploma IV didampingi 3 dosen Jurusan Manajemen Bisnis Pariwisata Politeknik Negeri Bali itu tak hanya lihai dalam urusan tata cara dan etika makan diatas meja, tetapi juga tertib dalam menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes). Wajar, karena ajang ini digelar dimasa pandemi yang wajib mengikuti tatanan kehidupanan era baru atau new normal

Para mahasiswa itu tampak cekatan dalam mempratekan serta menjelaskan etika dan sikap yang sebaiknya dimiliki saat menghadiri jamuan di sebuah tempat makan. Mulai dari mengambil sendok, memegang lalu mengambil menu yang ada di atas meja. Mereka juga menjelaskan tata cara makan yang baik, cara duduk yang sopan, dan cara menggunakan peralatan yang beretika. Dalam kegiatan itu, para peserta ditekankan untuk mengetahui jenis jamuan makan, lalu mengatur posisi duduk, menggunakan peralatan makan, menempatkan serbet serta saat makan

General Manager, I Made Astika Parwata, CHA. mengatakan, kegiatan Table Manner dan Career Path Development Program ini merupakan kerjasama dan kolaborasi antara dunia industri dan dunia pendidikan, khususnya bidang pariwisata.

Sumber : @bali_Travel_News

PNB, Jembrana Rabu 21 Oktober 2020, wisuda VI mahasiswa PDD Jembrana di Gedung Auditorium Jembrana jln mayor Sugianyar, Civic Center Jembrana, kelurahan Dauh Waru.

Wisuda yang juga dihadiri Bupati Jembrana I PUTU ARTHA, SE, MM.  Dalam sambutannya, hari ini merupakan hari yang istimewa, Wisuda bukan akhir dari sebuah proses tapi awal dari titian untuk berkarir menerapkan ilmu & ketrampilan yg di perolehan selama menempuh pendidikan diharapkan nantinya dapat menjadi generasi Jembrana yg berperan aktif dlm proses pembangunan untuk kemajuan Kabupaten Jembrana.

Jumlah wisudawan tahun ini adalah 206 ornag teridiri 21 orang Prodi Front Office, 127 orang Prodi Food and Beverage Service, dan 58 orang House Keeping.

Tahun 2020 merupakan wisuda terakhir utk Program Studi Diluar Domisili (PDDD) Kab. Jembrana, tahun depan PDD Jembrana beralih dari D1 Perhotelan menjadi D3 Perhotelan dlm bentuk Kampus Cabang Jembrana PNB

Wadir I Bidang Akademik A.A. Ngurah Bagus Mulawarman, ST., MT. mewakili Direktur PNB Mengapresiasi pelaksanaan Wisuda terakhir PDD, yg mengedepankan protokol kesehatan, wisuda di masa pandemi Covid-19 kali ini hanya dihadiri oleh perwakilan wisudawan sebanyak 30 orang, sisanya wusuda mengikuti secara daring & mengucapkan selamat serta sukses untuk wisudawan/wisudawati, jaga nama baik almamater dengan menonjolkan green etik, yg harus memiliki etika yg baik, jujur, desiplin & ramah.

semoga keberhasilan yang di raih saat ini menjadi pembuka jalan untuk meraih cita-cita masa depan.
SELAMAT DAN SUKSES.

id Bahasa Indonesia
X