Kesempatan emas bagi siapa pun lulusan S-1 dan D-4 dari semua bidang ilmu untuk menjadi mahasiswa baru angkatan 2021 MATRAPPAR – Magister Terapan Perencanaan Pariwisata (Master in Tourism Business), Jurusan Pariwisata, Politeknik Negeri Bali, the most promising tourism higher education di Indonesia.

Difasilitasi para doktor profesional dan profesor dosen tetap Prodi MATRAPPAR serta GM-GM industri pariwisata, lulusan “The School of Managers in Tourism” ini dirancang berprofesi: manajer/pemimpin industri pariwisata, pembuat kebijakan dan entrepreneur kepariwisataan, serta akademisi ilmu terapan pariwisata.

Raih gelar magister terapan pariwisata (M.Tr.Par) dalam 4 semester.

Pendaftaran online di www.sion.pnb.ac.id. Website: www.matrappar.pnb.ac.id. Email: matrappar@pnb.ac.id. WA: +6281239997510.

Segenap sivitas akademika Politeknik Negeri Bali mengucapkan selamat kepada Christy Kamaruddin mahasiswi Jurusan Pariwisata atas terpilihnya sebagai Grand Finalist dalam Pemilihan Duta Mahasiswa Berprestasi Nasional tahun 2020, membawa nama kampus Politeknik Negeri Bali dalam ajang pemilihan Mahasiswa-siswi terbaik tanah air tingkat nasional yang diselenggarakan oleh The Platinum Skills.

Ajang pemilihan Duta Mahasiswa Berprestasi Nasional tahun 2020 ini diikuti oleh putra-putri terbaik Indonesia yang berpartisipasi kurang lebih 5.000 mahasiswa terbaik yang masih aktif di bangku kuliah, dari seluruh penjuru nusantara. Setelah melalui proses seleksi yang panjang mulai dari seleksi administrasi, seleksi prestasi, Introduction dan Soft Skill Digital Campaign, proposal program kerja, sampai interview. Christy dinyatakan lulus menjadi salah satu Grand Finalist PDMBN 2020 sebagai salah satu mahasiswi terbaik yang mewakili provinsi Bali.

Mari bersama kita mendukung Christy Kamaruddin dalam acara Grand Finalist PDMBN 2020 yang akan diselenggarakan di Yogyakarta pada tanggal 29-31 Oktober 2020 dengan memberikan like dan komentar positif pada postingan voting finalist melalui Instagram https://www.instagram.com/p/B9LbA2vFRGm/?igshid=fbnlq81pcrb2

Semoga dengan ini lebih banyak lagi mahasiwa/wi Politeknik Negeri Bali yang terus membawa nama baik kampus baik tingkat nasional maupun internsional untuk terus mencetak mahasiswa/wi lulusan terbaik yang Terdepan, Profesional dan Berdaya Saing Internasional.

33 Mahasiswa PNB Ikuti Kegiatan Table Manner di Hotel NEO+ Kuta Legian

22 Oktober 2020 Kerjasama

33 Mahasiswa PNB Ikuti Kegiatan Table Manner di Hotel NEO+ Kuta Legian

Unik dan beda, kegiatan Table Manner dan Career Path Development Program yang berlangsung di Hotel NEO+ Kuta Legian, Bali pada akhir pekan lalu. Sebanyak 33 orang mahasiswa Diploma IV didampingi 3 dosen Jurusan Manajemen Bisnis Pariwisata Politeknik Negeri Bali itu tak hanya lihai dalam urusan tata cara dan etika makan diatas meja, tetapi juga tertib dalam menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes). Wajar, karena ajang ini digelar dimasa pandemi yang wajib mengikuti tatanan kehidupanan era baru atau new normal

Para mahasiswa itu tampak cekatan dalam mempratekan serta menjelaskan etika dan sikap yang sebaiknya dimiliki saat menghadiri jamuan di sebuah tempat makan. Mulai dari mengambil sendok, memegang lalu mengambil menu yang ada di atas meja. Mereka juga menjelaskan tata cara makan yang baik, cara duduk yang sopan, dan cara menggunakan peralatan yang beretika. Dalam kegiatan itu, para peserta ditekankan untuk mengetahui jenis jamuan makan, lalu mengatur posisi duduk, menggunakan peralatan makan, menempatkan serbet serta saat makan

General Manager, I Made Astika Parwata, CHA. mengatakan, kegiatan Table Manner dan Career Path Development Program ini merupakan kerjasama dan kolaborasi antara dunia industri dan dunia pendidikan, khususnya bidang pariwisata.

Sumber : @bali_Travel_News

PNB, Jembrana Rabu 21 Oktober 2020, wisuda VI mahasiswa PDD Jembrana di Gedung Auditorium Jembrana jln mayor Sugianyar, Civic Center Jembrana, kelurahan Dauh Waru.

Wisuda yang juga dihadiri Bupati Jembrana I PUTU ARTHA, SE, MM.  Dalam sambutannya, hari ini merupakan hari yang istimewa, Wisuda bukan akhir dari sebuah proses tapi awal dari titian untuk berkarir menerapkan ilmu & ketrampilan yg di perolehan selama menempuh pendidikan diharapkan nantinya dapat menjadi generasi Jembrana yg berperan aktif dlm proses pembangunan untuk kemajuan Kabupaten Jembrana.

Jumlah wisudawan tahun ini adalah 206 ornag teridiri 21 orang Prodi Front Office, 127 orang Prodi Food and Beverage Service, dan 58 orang House Keeping.

Tahun 2020 merupakan wisuda terakhir utk Program Studi Diluar Domisili (PDDD) Kab. Jembrana, tahun depan PDD Jembrana beralih dari D1 Perhotelan menjadi D3 Perhotelan dlm bentuk Kampus Cabang Jembrana PNB

Wadir I Bidang Akademik A.A. Ngurah Bagus Mulawarman, ST., MT. mewakili Direktur PNB Mengapresiasi pelaksanaan Wisuda terakhir PDD, yg mengedepankan protokol kesehatan, wisuda di masa pandemi Covid-19 kali ini hanya dihadiri oleh perwakilan wisudawan sebanyak 30 orang, sisanya wusuda mengikuti secara daring & mengucapkan selamat serta sukses untuk wisudawan/wisudawati, jaga nama baik almamater dengan menonjolkan green etik, yg harus memiliki etika yg baik, jujur, desiplin & ramah.

semoga keberhasilan yang di raih saat ini menjadi pembuka jalan untuk meraih cita-cita masa depan.
SELAMAT DAN SUKSES.

Program Magister (S2) Terapan Perencanaan Pariwisata (Matrappar), Jurusan Pariwisata, Politeknik Negeri Bali menyelenggarakan event besar tahun 2020, yakni Green Tourism International Seminar, Rabu, 18  November 2020, mulai pukul 14.00 Wita. Event akbar ini dilangsungkan secara online (Zoom) dengan menghadirkan para keynote speaker dari dalam dan luar negeri serta pakar dari Politeknik Negeri Bali sendiri. Seminar dengan genre unik dan tergolong pertama di Indonesia ini direncanakan diberikan opening speech oleh Direktur Politeknik Negeri Bali (PNB) I Nyoman Abdi SE MeCom dan dibuka Wakil Gubernur Bali Prof Dr Ir Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati MSi.

Tujuan umum kegiatan ilmiah ini adalah mengejawantahkan paradigma green tourism dan sekaligus membudayakan green living di segenap stakeholder kepariwisataan baik di aras nasional maupun internasional. Kenyataannya, selama ini, apa yang terjadi di dunia lebih pada kehidupan bisnis pariwisata yang cenderung masif, kapitalistik, dan tidak ramah lingkungan.

Erika Sedana Ketua Panitia GTIS menandaskan, pesan moral green tourism sangat perlu didengar dan diteladani tidak saja oleh kalangan akademisi dan mahasiswa tetapi juga bagi para pelaku bisnis di mana pun hingga publik seluas-luasnya. Menurutnya, seminar ini sangat dibutuhkan ketika semakin disadari lingkungan begitu menderita akibat egoisme antroposentris dan keserakahan kapitalisme. “Di tengah pandemi Covid-19 seperti ini, pemahaman, sikap, dan perilaku ramah atas lingkungan menjadi semakin krusial. Makanya, pembahasan green tourism dan green lifestyle dalam industri dan masyarakat sangat dibutuhkan”, tutur Direktur Utama Moritz Logistics Indonesia ini.  

Sejalan dengan terobosan Pemerintah Provinsi Bali saat ini yang menggelorakan “Nangun Sat Kertih Loka Bali menuju Bali Era Baru” yang sangat pro-lingkungan, Program Studi Matrappar, Jurusan Pariwisata, PNB berkomitmen mewujudkan green tourism hingga ke ranah-ranah praktis di dunia nyata. Dalam banyak hal, green tourism yang di PNB dikembangkan dalam bentuk kurikulum pendidikan, proses pembelajaran, penelitian, publikasi, dan pengabdian kepada masyarakat berjalan bergandengan tangan tidak saja dengan “Nangun Sat Kertih Loka Bali” tetapi juga dengan gerakan-gerakan global seperti Pembangunan Berkelanjutan dalam rangka  memperbaiki keadaan planet bumi dan isinya ini. Karenanya, green tourism harus dimplementasikan senyatanya dalam konteks kehidupan masa kini.

Dengan ini, Panitia GTIS mengundang para peminat dan pencinta lingkungan dan pariwisata di seluruh dunia untuk berpartisipasi dan mengirimkan paper terkait. Abstrak bisa dikirimkan ke matrappar-event@pnb.ac.id (Mr Krishna Arya WA +6285935022255). Abstrak tidak lebih dari 500 kata berformat: Purpose; Research methods; Results and discussion; Implication; dan Keywords. Sementara paper berformat: Judul; Nama (para) penulis; Instansi/perusahaan/organisasi (para) penulis; Alamat email (para) penulis; Abstract; Introduction; Research Methods; Results and Discussion; Conclusion; Acknowledgement; References. Contoh dan template abstrak maupun paper dapat disimak di International Journal of Green Tourism Research and Applications (ojs.pnb.ac.id/index.php/IJOGTRA). Paper-paper yang memenuhi persyaratan mekanisme GTIS dan sudah menyelesaikan proses review/edit ulang (bila diperlukan) akan dimasukkan di IJOGTRA 2021 dan diupayakan di jurnal-jurnal lainnya, seperti International Journal of Applied Sciences in Tourism and Events (ojs.pnb.ac.id/index.php/IJASTE, Terakreditasi Sinta 3) dan Journal of Applied Sciences in Travel and Hospitality (ojs.pnb.ac.id/index.php/JASTH, Terakreditasi Sinta 5) selain GTIS 2020 Proceeding.

Diperoleh informasi, sebelum dilangsungkan GTIS 2020, Panitia yang merupakan mahasiswa Matrappar angkatan 2020/2021 terlebih dahulu menggelar webinar Global Emerging Tourismpreneurship Trends 2021 pada Selasa, 03 November 2020, pukul 14.00-16.00 Wita, juga melalui Zoom. Para pembicara juga berasal dari dalam dan luar negeri serta speaker dari PNB sendiri.

Informasi lebih jauh tentang GTIS 2020 maupun Webinar TPT dapat diperoleh di website matrappar.pnb.ac.id dan media-media sosial (FB, IG, Youtube) matrappar atau bisa menghubungi Miss Fajar Yualida WA +6285792606788 atau Miss Irene WA +6281585839398 [m].

PNB – Lombok, Sabtu 17 Oktober 2020

Dengan mematuhi secara ketat protokol kesehatan Covid-19, Bertempat di kampus PDD Politeknik Negeri Bali Lombok Barat yang merupakan Rintisan Akademi Komunitas Negeri Lombok Barat, Direktur PNB yang diwakili Wadir 1 Bidang Akademik A.A.Ngurah Bagus Mulawarman, ST.,MT mewisuda 128 mahasiswa  yang tersebar di tiga program studi antara lain: 58 orang Prodi Akomodasi Perhotelan, 35 orang Prodi Tata Boga dan 35 orang Prodi Hotel Engineering.

Wisuda yang dihadri unsur pimpinan PNB, Pengelola PDD serta unsur pemerintah daerah Lombok Barat, wadir I dalam sambutannya mengucapkan selamat dan sukses kepada para wisudawan/wisudawati serta menekankan pentingnya merubah pola pikir untuk lebih kreatif dan diharapkan setelah lulus mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Lombok Barat.

Wadir I juga menyampaikan tentang keberlanjutan PDD (program studi di luar domisili) menjadi PDSKU (Program Studi Diluar Kampus Utama) sesaui dengan Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristek Dikti) Nomor 1 Tahun 2017 tentang Pembukaan, Perubahan, dan Penutupan Program Studi di Luar Kampus Utama Perguruan Tinggi. Sebanyak 19 orang sudah d rekrut oleh Dunia iIndustri, Selamat dan sukses. (red:ins)

#MitrasDudi #MitraVokasi #VokasiKuat #MenguatkanIndonesia
#pnb #PoliteknikNegeriBali #KamiVokasi #wisudapdd #wisuda #Akn #PDD

Situasi pandemic Covid-19 yang sedang dihadapi bersama menuntut para pelaku usaha kepariwisataan merombak ulang strategi mereka dalam memberlakukan pariwisata keberlanjutan yang harus menyesuaikan standar protokol kesehatan dan gaya hidup new-normal. Karenanya Program Magister Terapan Peencanaan Pariwisata (Matrappar), Jurusan Pariwisata, Politeknik Negeri Bali menggelar Matrappar Webinar Series 3, Selasa, 29 September 2020, pukul 14.00-16.00, via Zoom dengan tema “Strategic Reframing of Sustainable Tourism Industry During Covid-19 Pandemic: A foresight of TUNA Scenario Matrix”. Webinar yang dibuka oleh Direktur Politeknik Negeri Bali I Nyoman Abdi SE, M.Si ini dipandu moderator kenamaan Erika Sedana, mahasiswa Matrappar yang juga Direktur Utama Moritz Logistics Indonesia ini diikuti oleh dua ratusan peserta dari seluruh Indonesia dan negera tetangga, Malaysia dan Singapura, serta Australia.

Salah seorang pembicara Suzy Hutomo CEO of the Body Shop Indonesia, memaparkan dengan sangat baik bahwa isu pariwisata keberlanjutan pada era ini telah menjadi tren di kalangan para wisatawan. Berdasarakan survey yang dilakukan oleh Agoda dan Booking,com secara daring, sekitar 58% – 68% wisatawan memilih untuk tinggal di properti yang eco-friendly. Dalam sebuah press release oleh Agoda International Indonesia Country Director, Gede Gunawan, menyebutkan bahwa sekitar 40% wisatawan akan menghabiskan ekstra $10 per malam untuk tinggal di property yang memiliki konsep wisata berkelanjutan. Lebih lanjut, situs www.tourismtiger.com menyebutkan bahwa 60% wisatawan tidak keberatan untuk membayar lebih untuk brand property yang memiliki konsep wisata berkelanjutan yang menunjukkan komitmen dari brand itu kepada nilai sosial dan lingkungan.

Pada situasi new normal saat ini, selain pemilihan property yang eco-friendly, wisatawan juga memikirkan tentang apakah destinasi yang akan mereka kunjungi memiliki perencanaan pariwisata yang komprehensif untuk protokol kesehatan terkait dengan Covid-19 dan bagaimana kurva dari Covid-19 itu sendiri di daerah tujuan wisata yang akan dikunjungi. Dengan adanya pandemic ini dan diterapkannya kehidupan secara new normal, maka seluruh aspek bidang usaha harus menyesuaikan dengan SOP yang berlaku dan membuat strategi baru untuk menjalankan usaha mereka di era new normal ini.

Menurut Rafael Ramirez and Angela Wilkinson dalam bukunya yang berjudul Strategic Reframing, The Oxford Scenario Planning Approach, mendeskripsikan T.U.N.A. yang merupakan singkatan dari Turbulence, Unpredictable Uncertainty, Novelty & Ambiguity yang berfokus dalam menginformasikan pendekatan baru untuk strategi dan kebijakan dalam konteks yang menunjukkan turbulensi, ketidakpastian, kebaruan, dan ambiguitas. Elemen yang ada pada T.U.N.A. memicu orang-orang untuk mencari metodologi yang memungkinkan untuk dibuatnya strategi baru yang sesuai dengan situasi saat ini. Hampir seluruh individu dan institusi secara global merasakan bahwa saat ini mereka sedang menghadapi perubahan yang cukup “mengganggu” industri mereka untuk mencapai tujuan dan kepentingan mereka dari segi komersial atau lainnya. Meskipun perubahan sacara mendadak seperti ini bukanlah fenomena yang sangat baru, namun ada sejumlah alasan mengapa era saat ini memicu dirasakan perlu untuk mengembangkan strategi baru yang tidak hanya untuk mengatasinya tetapi juga untuk melakukannya dengan lebih baik kedepannya.

Seperti dikatakan oleh pembicara lainnya Levie Lantu yang berada di Australia pada webinar kali ini, TUNA merupakan suatu sistem kepemimpinan yang mengacu pada kerangka mental pemimpin atau paradigma – target perencanaan skenario. Masalah utama, yang bisa dibilang masalah utama dalam mengelola dunia TUNA dengan sukses adalah “kekakuan bingkai”, ketika model mental pemimpin tidak cukup luas atau cukup fleksibel untuk melihat (atau menganggap serius) semua alternatif, hasil yang masuk akal yang penting Dalam masa pandemic ini, semua leader dibuat harus berpikir keras dan sangat berhati-hati dalam mengambil langkah untuk masa depan perusahaan mereka, serta melihat warning signal yang ada untuk mengidentifikasi pasar dengan menggunakan teknologi yang applicable untuk perusahaan mereka. Hal ini membuat para leader dituntut untuk memiliki mental “reframing” dimana para leader harus merombak ulang kerangka berpikir mereka. TUNA membuat para leader dapat memberikan kontribusi pendapat dan mengemukakan pandangan mereka secara bebas mengenai situasi yang terjadi saat ini. Pendapat yang dikemukakan dari para leader mungkin tidak familiar di kalangan para pakar dan pengajar karena situasi yang sedang kita hadapi adalah situasi yang tidak menentu yang kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi kedepannya.

Perencanaan skenario digunakan untuk lebih memahami konteks dan memahami kompleksitasnya. Skenario harus menantang, tetapi tidak terlalu menantang. Banyak perusahaan atau industri dimana mereka sudah memiliki asumsi masa depan yang mereka siapkan saat ini. Sementara Perencanaan skenario TUNA dapat digunakan untuk menantang asumsi dan strateginya. Pemahaman yang berkelanjutan mengacu pada mengizinkan orang-orang dalam suatu organisasi untuk selalu waspada sepanjang waktu. Artinya, indikator untuk setiap skenario harus diidentifikasi untuk melihat tanda-tanda awal. Perencanaan skenario dapat digunakan untuk keterlibatan, yang berarti membangun jembatan dan membentuk kolaborasi yang berfokus pada mempengaruhi dan mengkomunikasikan.

Contoh, saat merger besar antara perusahaan Starwood dan Marriott International, awalnya terjadi beberapa ketidakcocokan dalam banyak hal, dari sisi people, process, dan system. Tetapi kemudian setelah melakukan skenario untuk mulai bekerja sama dan melakukan yang terbaik untuk di masa depan, perusahaan ini menjadi semakin kuat dan menjadi perusahaan hotel industri terbesar di dunia. Dalam situasi pandemic seperti ini, dengan melakukan skenario TUNA ini menjadikan perusahaan ini tetap struggle dan masih bisa menjalankan bisnisnya walaupun dengan kondisi yang tidak normal. Nilai yang paling menonjol diperoleh dari penerapan TUNA Scenario Matrix berdasarkan contoh di atas adalah bisnis dan sosial-budaya. Seperti yang telah disebutkan, perubahan besar terjadi dari sisi people, process dan system selama masa integrasi dari merger ini. Setiap karyawan harus beradaptasi dengan cara kerja dan sistem yang baru karena target bisnis yang ingin dicapai oleh perusahaan yang baru tidak lagi sama dengan yang lama.

Pendekatan TUNA gayut dikenakan untuk industri pariwisata di masa-masa pendemi Covid-19 dan saat-saat paceklik wisatawan seperti ini (Lianda Ayu Puspita, mahasiswa Matrappar Gen1).

Kegiatan Matrikulasi Program Magister Terapan Perencanaan Pariwisata (Matrappar), Jurusan Pariwisata, Politeknik Negeri Bali, yang dibuka Senin 07 September 2020 oleh Direktur Politeknik Negeri Bali I Nyoman Abdi SE MeCom sungguh suasana yang agak berbeda. Matrikulasi online ini berlangsung hingga Sabtu 12 September 2020. Di tengah pandemi yang belum kunjung usai sejak awal tahun ini dan suasana di mana bisnis pariwisata sangat tidak normal, ternyata jumlah mahasiswa tidak terlalu berkurang dibandingkan tahun lalu (2019). Hal ini menandai Matrappar mulai mengena di hati masyarakat.

Mahasiswa baru tahun akademik 2020/2021 Matrappar mencapai 31. Matrappers (mahasiswa Matrappar) terdiri atas 15 laki dan 16 perempuan. Sebagaimana tahun lalu, mahasiswa angkatan kedua (Gen2) ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Lampung, Bandung, Bekasi, Jakarta, Surabaya, Lombok, Samarinda, dan Bali sendiri. Bahkan dua di antaranya lulusan luar negeri. Yang membuat bangga Matrappar, Jurusan Pariwisata, dan PNB adalah terdaftarnya ke dalam angkatan ini GM-GM serta manajer-manajer hotel bintang, terutama Bali dan Lombok. Ada juga CEO perusahaan-perusahaan besar di Bali. Tidak mengherankan, sejumlah pihak menyebut Matrappers tahun ini bertaburan “bintang”. Apalagi Matrappar sejak awal ber-image The School of Managers in Tourism dengan tagline: Learn-Link-Lead.

Terkait dengan semua pencapaian bagus di atas, Nyoman Abdi dalam sambutannya mengapresiasi Jurusan Pariwisata dan Prodi Matrappar sedemikian tinggi. Matrappar adalah salah satu Prodi di Jurusan Pariwisata yang layak disertifikasi dan terakreditasi internasional. Bahkan menurutnya, tahun depan, setelah selesai mengadakan Akreditasi Program Studi 4.0 tahun 2020, Matrappar sangat pantas mengajukan program doktor (S-3) terapan. Bila ya, PNB akan bersaing dengan PENS (Surabaya) dan Polinema (Malang) menjadi lembaga politeknik negeri di Indonesia yang memiliki program doktor terapan pertama di Indonesia. Ini tugas berat dan menantang bagi Matrappar, Jurusan Pariwisata, dan PNB tetapi sangat menarik!

Menurut Ketua Panitia Matrikulasi Ni Gst Nym Suci Murni, yang didampingi tim panitia ini seperti Rian (sekaligus host acara pembukaan) dan Kezia, selain dosen-dosen Matrappar sendiri, kegiatan ini menampilkan Kepala Dinas Pariwisata Bali Ir I Putu Astawa MMA dengan Studium Generale “Geliat Kewirausahaan Bisnis dan Industri Pariwisata di Era Tatanan Kehidupan Baru” pada acara pembukaan. Bahkan di hari terakhir atau menjelang penutupan, ditampilkan kuliah umum industrial dari I Ketut Purna Wirananta SST.Par dengan “Strategi Bisnis Restoran Menyiasati Ketakpastian Masa Depan” (live di Youtube Matrappar). Purna adalah pengusaha sukses pemilik lima restoran yang tergabung dalam Taco Casa Group. Ia adalah Matrapper Gen1 yang direncanakan lulus tahun depan.

Pengumuman Perubahan Kelas Industri The Apurva Kempinski

Pengumuman Perubahan Kelas Prodi Perhotelan

Memasuki era tatanan kehidupan Bali baru, Politeknik Negeri Bali (PNB) dan the Apurva Kempinski Bali kembali menguatkan komitmen bersama membangun SDM Unggul bidang pariwisata, yang ditandai dengan penandatanganan Surat Perjanjiann Kerjasama (MoA) pada tanggal 29 Juli 2020 di Pala Restaurant – the Apurva Kempinski Bali – Nusa Dua.

Direktur PNB I Nyoman Abdi, SE., M.eCom didampingi oleh jajaran pimpinan PNB menyampaikan bahwa kerjasama kedua belah pihak ini sudah dimulai sejak tahun 2019 dalam bentuk penyelenggaraan kelas khusus setara D1 Perhotelan selama 2 semester. Untuk tahun 2020 ini, kerjasama ditingkatkan menjadi program D3 Perhotelan selama 6 semester dengan target mahasiswa sebanyak 120 orang. Melalui kerjasama ini kedua belah pihak sepakat menyatukan potensi (resource sharing) dalam bentuk SDM dan Sarana-prasarana pembelajaran.

Lebih jauh Wadir Bidang Akademik A.A. Bagus Mulawarman, ST., MT. menyampaikan bahwa Proses pembelajaran akan dibagi menjadi dua, yaitu penyampaian teori selama 3 semester di PNB dan praktek kerja selama 3 semester di Kempinski. Baik dalam pelaksanaan pembelajaran teori maupun praktek, mahasiswa diajar dan dibimbing oleh tim dosen dari PNB dan tenaga professional dari Kempinski. Setelah menyelesaikan masa studi, lulusan akan memperoleh ijazah D3 Pariwisata dari PNB dan sertifikat kompetensi bertaraf internasional dari Kempinski.

Sementara itu GM the Apurva Kempinski Vincent Guironnet menyampaikan bahwa kerjasama ini merupakan bentuk komitmen Kempinski untuk ikut membangun SDM Unggul – Indonesia maju. Beberapa keistimewaan dari program ini, mahasiswa mempunyai kesempatan untuk mendapatkan ilmu teori dan praktis baik dari dosen PNB maupun dari para professional Kempinski. Mahasiswa memiliki pengalaman praktek dengan sarana prasarana berstandard internasional dan up to date untuk hotel bintang 5 yang belum tersedia di PNB. Selama masa parktek di Kempinski, mahasiswa akan diberikan uang saku oleh Kempinski dan setelah selesai studi, lulusan akan masuk ke dalam data base Professional in Hospitality dalam jaringan Kempinski. Dengan membawa nama PNB dan Kempinski, lulusan memiliki peluang besar untuk meniti karir dengan daya saing internasional di bidang hospitality. 

Kerjasama PNB-Kempinski ini sangat sejalan dengan kebijakan Kemdikbud RI Tentang Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar. Wadir Bidang Kerjasama Ir. I Wayan Arya, ST., MT. menambahkan bahwa PNB memberikan apresiasi yang tinggi bagi para industri yang memiki komitmen untuk ikut membangun SDM Unggul seperti yang dilakukan oleh kempinski. Kedepannya diharapkan lebih banyak lagi unsur dunia usaha dan dunia industri (DUDI) yang tergugah dan mengikuti langkah kempinski, tidak hanya di bidang pariwisata, tetapi juga bidang tata niaga lainnya seperti bidang administrasi niaga dan akuntansi serta bidang teknologi baik teknik sipil, elektro, maupun teknik mesin. Semakin banyak DUDI yang peduli maka program Bapak Presiden Jokowi dalam membangun SDM Unggul untuk Indonesia maju akan dapat segera terwujud.

id Bahasa Indonesia
X